Blog komunitas Arsitektur Universitas Gunadarma

Posts Tagged ‘ arsitektur tradisonal indonesia ’

 
Monday, January 5th, 2015

Kampung Naga terletak di Desa Neglasari Kecamatan Salawu Kabupaten Tasikmalaya. Jalan masuk ke lokasi perkampungan tepat di jalan raya antara Tasikmalaya dengan Garut. Komplek Kampung Naga terlihat sangat unik dan eksotik dengan latar belakang perbukitan serta sawah di sisi depan dan sampingnya. Setiap rumah dibatasi oleh pagar bambu yang mengelilingi area perkampunyan dengan luas 1,5 hentar. Perumahan tradisional di Kampung Naga tersebut mempunyai 113 bangunan, yang terdiri dari 108 rumah yang ditinggali oleh penduduknya, dua rumah kosong, serta tiga bangunan umum yakni balai kampung, masjid, dan lumbung padi kampung. Rumah-rumah saling berdempetan satu sama lain dengan bagian depan rumah berhadapan dengan bagian depan rumah lainnya.

(more…)

 
Monday, October 20th, 2014

Jika di mesir memiliki piramida kita juga punya Borobudur, jika di eropa banyak rumah serba mewah  dan minimalis kita punya rumah adat yang super praktis dan naturalis, soal daya tahan, fungsi dan kekuatan, bangunan asli nenek moyang kita berani kok diadu, soal estetikanya bagaimana ? coba tengok yg satu ini deh.

(more…)

 
Friday, November 30th, 2012

(more…)

 
Thursday, November 29th, 2012

Kebudayaan JAWA TIMUR


Penjelasan Apa yang ada yang di JAWA TIMUR

Jawa Timur memiliki sejumlah kesenian khas. Ludruk merupakan salah satu kesenian Jawa Timuran yang cukup terkenal, seni panggung yang umumnya seluruh pemainnya adalah laki-laki. Berbeda dengan ketoprak yang menceritakan kehidupan istana, ludruk menceritakan kehidupan sehari-hari rakyat jelata, yang seringkali dibumbui dengan humor dan kritik sosial, dan umumnya dibuka dengan Tari Remo dan parikan. S

aat ini kelompok ludruk tradisional dapat dijumpai di daerah Surabaya, Mojokerto, dan Jombang; meski keberadaannya semakin dikalahkan dengan modernisasi. Reog yang sempat diklaim sebagai tarian dari Malaysia merupakan kesenian khas Ponorogo yang telah dipatenkan sejak tahun 2001, reog kini juga menjadi icon kesenian Jawa Timur..Dalam Daerah ponorogo ada Pementasan reog disertai dengan jaran kepang (kuda lumping) yang disertai unsur-unsur gaib. Seni terkenal

 

Jawa Timur lainnya antara lain wayang kulit purwa gaya Jawa Timur. Di daerah Mataraman, kesenian Jawa Tengahan seperti ketoprak dan wayang kulit cukup populer. Legenda terkenal dari Jawa Timur antara lain Damarwulan, Angling Darma, dan Sarip Tambak-Oso. Seni tari tradisional di Jawa Timur secara umum dapat dikelompokkan dalam gaya Jawa Tengahan, gaya Jawa Timuran, tarian Jawa gaya Osing, dan trian gaya Madura. Seni tari klasik antara lain tari gambyong, tari srimpi, tari bondan, dan kelana. Terdapat pula kebudayaan semacam barong sai di Jawa Timur. Kesenian itu ada di dua kabupaten yaitu, Bondowoso dan Jember. Singo Wulung adalah kebudayaan khas Bondowoso. Sedangkan Jember memiliki macan kadhuk. (more…)

 
Tuesday, November 27th, 2012
Museum Fatahillah , Kota Tua 22 November 2012

Kota Tua adalah nama suatu tempat dari sekumpulan bangunan tua peninggalan Belanda pada zaman penjajahan. Dahulu Kota ini sangatlah indah pada zamannya dan arsitektur Belanda sangatlah kental di setiap bangunannya. Nah cerita dari Kota Tua itu sejarahnya tak lepas dari pada zaman penjajahan Belanda. Dahulu Kota Tua itu bernama Batavia Lama yang terletak di sebelah timur sunga Ciliwung dan Kota Tua ini mempunyai julukan “Mutiara dari Timur” dan “Ratu dari Timur” di mata para pedagang Eropa. Dilihat dari segi tema bangunannya, sangat jelas sekali kalau kota tua ini dibangun dengan menyesuaikan kota – kota yang ada di Belanda. Bangunan – bangunan ini memiliki jendela yang cukup banyak dengan gedung yang memanjang serta diatas atapnya terdapat sebuah menara seperti bangunan yang ada pada Belanda. Tiang – tiang penyangga hanya ada pada bagian depan bangunan atau teras bangunan. Untuk halaman dibuatlah blok – blok  batu seperti paving block namun ukurannya lebih besar yang mirip dengan gaya ala eropa. Biasanya bngunan – bangunan seperti ini terdiri lebih dari satu lantai dan biasanya juga digunakan untuk suatu pusat pemerintahan pada zamannya.

Kota tua sebenarnya terdiri dari beberapa blok yang dipisahkan oleh kanal. Blok – blok ini ada yang terhubungi dengan adanya jembatan yang salah satunya sekarang dinamakan jembatan tarik kota intan. Sebenarnya wilayah Kota Tua itu sekarang ini yang masih tersisa bangunanya bisa diliat dari  Sunda Kelapa, Pasar Ikan, Luar Batang, Kali Besar, Taman Fata­hillah dan Glodok. Bangunan – bangunan yang tersisa kini hanya sebagian saja yang masih terawat. Beberapa bangunan yang berpotensi untuk pariwisatapun hanya sedikit yang diperbaiki. Beberapa gedung yang rusak di Kota Tua ini di antaranya  Ge­dung Cipta Niaga di Jalan Pin­tu Besar Utara dan Gedung Jasindo di seberang Museum Fatahillah serta masih banyak gedung – gedung yang lainnya. Gedung – gedung yang masih tersisa ada yang dimanfaatkan, sebagai contoh Museum Fatahillah, Kantor Pos Indonesia, Museum Wayang dan ada beberapa lagi yang lainnya.

Sebagai Generasi muda sekarang ini peninggalan Kota Tua merupakan situs sejarah yang harus dilestarikan dan dijaga keutuhannya. Untuk menyuguhkan suatu kota sejarah kita juga bisa menambahkan aksesoris – aksesoris atau hiasan yang ada pada setiap bangunan yang menjadi tempat pariwisata. Kita bisa ambil contoh di Taman Fatahillah kita bisa menambahkan dekorasi seperti lampu jalan yang bisa diletakkan pada bagian jalan bangunan serta memberi tambahan taman yang bisa di posisikan pada bagian pinggir – pinggir batasan sungai. Untuk bangunannya sendiri kita bisa renovasi pada bagian yang sudah tua sekali dan untuk sisi kebersihan harusnya ada pembenahan pada sungai kanal yang kotor serta bangunan – bangunan kumuh yang tertelantarkan . Yang Paling penting adalah membuat bagaimana Kota Tua itu bisa dilihat sisi artistiknya tanpa meninggalkan unsur – unsur budaya Belanda. Dengan adanya kerjasama semua pihak bukan tidak mungkin Kota Tua akan menjadi tempat pariwisata yang sangat berpotensi menarik wisatawan mancanegara serta kita masih bisa mengenalkan situs sejarah ini pada anak cucu kita kelak.

blog pribadi: http://akbar-tompo.blogspot.com