Blog komunitas Arsitektur Universitas Gunadarma

 
October 20th, 2014

Secara tidak langsung pekerjaan senagai seorang arsitek adalah pekerjaan yang mau tak mau harus berhadapan langsung dengan lingkungan, tentu saja pekerjaan yg berhdapan langsung dengan lingkungan ini hanya memiliki dua kemingkinan memperbaiki atau justru malah merusak. Itulah mengapa pekerjaan arsitek ini mnjadi salah satu penyebab kerusakan alam dan lingkungan. Sebelum membahas lebih kompleks dan jauh ada baiknya kita mengenal apa itu lingkunngan, lingkungan adalah kombinasi antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energi surya, mineral, serta flora dan fauna yang tumbuh di atas tanah maupun di dalam lautan, dengan kelembagaan yang meliputi ciptaan manusia seperti keputusan bagaimana menggunakan lingkungan fisik tersebut.

Lalu apa kaitannya dengan arsitek itu sendiri ? Jelas sangat berkaitan, arsitek sendiri ialah orang yang bekerja dalam bidang ini, dia yang mengolah lingkungan menjadi lingkungan yang baru sehingga menjadi layak dan pantas untuk seseorang melakukan suatu aktifitas sesuai dengan kebutuhan dan fungsi lingkungan yang telah diperbaharui. Jadi sebenarnya arsitek yang hebat ialah arsitek yang mampu mengolah lingkungan yang telah tidak layak atau kurang layak menjadi lingkungan baru yg lebih layak dan pantas untuk sebuah aktifitas tertentu tanpa mengubah ciri atau inti dari lingkungan itu, misal jika kita ingin membuat sebuah hunian yang berada di lingkungan perhutanan ada baiknya kita mengambil dan menyesuaikan konsep  dengan hutan itu sendiri, jangan malah merusakdan membabat habis hutan yang ada sehingga bebas membuat hunian semau anda, ga bisa seperti itu mas, situ enak dapet hunian nah daerah sekitar siap banjir kekurangan daerah hijau dan resapan. Bukan hanya seperti itu, tapi ada beberapa hal lain juga yang patut dan meski diperhatikan dalam hubungannya dengan pembangunan sebuah hunian atau sejenisnya jika kaitannya dengan lingkungan, seperti mentaati peraturan yang telah ditentukan mengenai daerah hijau dan resapan, pengunaan bahan-bahan anti resapan seperti semen, aspal, dan sejenisnya, terlebih untuk dasar hunian ini harus diperhatikan, harus ditekan seminim mungkib, ini dapat mengurangi daerah resapan sehingga pemakainnya harus sangat diperhatikan, kemudiaan membuat hunian dengan banyak bukaan dan ventilasi ini juga dapat mengurangi tingkat pemborosan daya yang dampak tingkat lanjutnya dapat berdampak pada lingkungan. Mengapa semua itu harus diperhatikan ? Kalian pernah melihat banjir diibu kota ? Itu salah satu akibat dari tidak diperhatikannya kaidah dalam pengolahan sebuah yang baik dan benar, yang penting jadi, yang penting ada bangunannya, yang penting uang, jika semua kaidah dan aturan pemberdayaan lingkungan diabaikan tinggal menunngu sampai dunia ini benar-benar musnah karena ulah kita sendiri. Secara tidak langsung, kalian sadar bahwa pekerjaan yang menyangkut dunia arsitek itu adalah pekerjaan penyumbang terbesar akan kerusakan lingkungan, bisa dikatakan ya pekerjaan arsitek itu perusak. Kenapa ? Dengan membangun sebuah hunian berbahan bata atau sejenis itu saja sudah merusak, mengapa ? Bayangkan !! Bata yang kalian dapat itu dari mana ? Bahan dasarnya apa ? TANAH !! Tanah itu didapat dari mana ? Secara tidak langsung kalian para arsitek telah melubangi bumi anugerah Tuhan demi alaan komersil, kalian pikir rumah, apartement, atau hotel yang kalian pikir setimpal harganya untuk mengganti lubang yang telah kalian buat ?! TIDAK !! Kerusakan yang kalian perbuat itu tidak dapat disebandingkan dengan hotel atau apapun itu yg kalian buat, harganya tidak lah pantas atas kerusakan yg kalian buat.
Arsitek telah banyak merusak lingkungan jangan sampai kita juga yang jadi penghancur lingkungan. Maka dari itu pemilihan bahan, efisiensi dan penataan sumber-sumber energi harus benar-benar dan sangat diperhatikan, sebagai seorang arsitek kita harus sadar, kritis dan cinta lingkungan dulu baru mulai merancang, jangan samapai hanya demi komersil kita menjadi salah satu penyebab hancurnya dunia ini. Peran Arsitek sebagai tangan kedua Tuhan harusnya terpancar, kita sebagai arsitek merupakan tangan kedua Tuhan, kita orang-orang terpilih yang Tuhan percaya. Tuhan mempercayakan kepada kita dunia ini, melalui tangan kita Tuhan mempercayakan dunia ini agar kita dapat bangun dan jadikan lebih indah, citra kita sebagai Second Hand Of God itu nyata dan benar adanya, maka jangan pernah rusak kepercayaan Tuhan atas kita orang-orang terpilih. Tentu saja dalam pelaksanaan ada yang benar mempertimbangkan secara matang kaidah dan aturan yang telah ada dan tahu akan batasan yang boleh atau tidak dilewti, ini merupakan beberapa contoh dari arsitek yang benar paham tudasnya sebagai arsitek dan juga ada pengusaha yang bertopeng arsitek yang tega merusak lingkungannya sendiri.

Tags:

Leave a Reply

Security Code: