Blog komunitas Arsitektur Universitas Gunadarma

 
April 27th, 2012

Jakarta memang semakin menjulang. Hutan beton semakin membuat ibukota bak hutan belantara dengan tiang pancang makin membenam dan menghunjam tanah ibukota yang ruang publiknya makin langka. Setiap mata memandang, selalu terbentur dinding tinggi menjulang yang mengungkung Jakarta.

Lalu, seperti apa Jakarta saat dilihat dari ketinggian?

Jakarta makin menjulang

Sebuah apartemen berderet di utara Jakarta. Ada emoat menara yang berderet di sekitar Mangga Dua. Apartemen tersebut dikenal sebagai Pesona Bahari, dengan nama-nama menara yang berbeda dari keempat towernya. Mari kita lihat pemandangan Jakarta dilihat dari salah satu menara, yaitu Topaz. Pada lantai 27, pemandangan Jakarta pun terbentang di hadapan, di semua penjuru angin, khususnya utara Jakarta dengan laut jawanya, serta sebelah selatan dengan kepadatang perumahan dan gedung-gedung bertingkat.

Sisi utara, didominasi dengan kepadatan perumahan dan area perdagangan. Bentangan jalan tol tampak jelas memisahkan perumahan dengan area pesisir pantai utara. Bahkan, kapal dan perahu yang merapat di Bandar Jakarta pun cukup memesona untuk dipandang dari kejauhan.

Kampung raksasa di pesisir utara ibukota

Darat, laut, ...... dan polusi di pesisir utara

Mungkinkah daratan menyentuh perahu itu?

Sisi selatan dari Menara Topaz lain lagi. Sungguh Jakarta sudah menjadi kampung raksasa. Hamparan daratan lebih dikuasai kepadatan perumahan warga. Memang gedung tinggi menjulang terlihat makin memagari perumahan penduduk. Ruang hijau menjadi area minoritas. Ya, Jakarta semakin modern,m namun daratan tampaknya semakin menyempit dan menderita.

Metropolitan atau kampung raksasa?

Melihat Jakarta dari ketinggian malah membuat miris. Akankah Jakarta menjadi lebih hijau dan manusiawi? Jangan berhenti untuk berharap demi hidup dan kehidupan warga Jakarta yang sudah menembus angka 10 juta orang.

Keterangan:

Semua foto adalah dokumentasi pribadi

Tags: , ,

Leave a Reply

Security Code: