Blog komunitas Arsitektur Universitas Gunadarma

Archive for May, 2008

 
Thursday, May 29th, 2008

minggu ini adalah minggu terakhir kuliah di gunadarma…

minggu depan sudah mo UAS lagi… ga krasa yach…

anak-anak TRD sedang dapat tugas untuk membuat tugas besar, anak TRD semester ini klas 3TB02….

untuk tugas besar kali ini ada persyaratan tentang maksimal ttd asistensi yang harus di penuhi…yaitu lima kali…

kalo ga gitu anak-anaknya ga pada maksimal hasilnya….dan ga pernah akan memenuhi harapan…

terakhir saya mo ucapin…

SLAMAT UAS…

 
Thursday, May 29th, 2008

Kota Yang Diskriminatif

Sebenarnya, penggusuran terhadap pedagang kaki lima (PKL), bukanlah cerita baru dalam seluruh proses pengurusan kota-kota di Indonesia. Pedagang Kaki Lima dan kaum miskin kota lainnya, selalu dipandang sebagai kelas rendah yang menjadi objek dari cerita pembangunan kota, oleh sebuah entitas yang memiliki power system dimana tata kuasa, tata produksi, tata konsumsi, tata guna lahan berada di genggaman penguasa dan pemilik modal yang hari ini sedang berkolaborasi dengan sangat manis.

Parahnya, pejabat wilayah yang memiliki kuasa tersebut, menggunakan praktek-praktek kekerasan dan premanisme dalam pengelolaan kotanya. Penggusuran dan penyerangan, hanyalah sekian kecil dari penggunaan kekerasan oleh pengurus wilayah. Padahal, kekerasan dan premanisme dalam pengelolaan kota, menyebabkan jarak antara pejabat negara dan rakyat yang mengalami krisis, semakin jauh bahkan, berada di ruang yang saling berbeda.

Kota sesungguhnya, merupakan sebuah gambaran wilayah yang melingkupi sebuah entitas kehidupan masyarakat di dalamnya, dengan karakteristik masyarakat yang biasa mengikutinya dan dari berbagai macam struktur kelas yang melingkupinya. Pertumbuhan kota dengan kelengkapan problematikanya seperti, laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat akibat kebijakan negara yang masih berpikir sentralistik, berkonsekuensi pada masalah permukiman dan problem kependudukan lainnya.

Dengan dasar pemikiran yang sederhana itulah seharusnya, politik pembangunan ruang-ruang perkotaan ditujukan bagi seluruh warga kota di dalamnya, tanpa membedakan status sosial, jenis kelamin, umur dan lain-lain. Karena ruang kota seharusnya memberikan jaminan atas perlindungan seluruh hak warga kota di dalamnya.

Celakanya, penataan ruang, sebagai sebuah politik kebijakan, justru menjadi awal dari serangkaian intimidasi yang dilakukan pejabat negara terhadap warga negara. Penataan ruang kota, malah menjadi alat legitimasi negara untuk mengusir warganya atas nama lingkungan hidup dan ketertiban umum. Padahal, dalam penataan ruang, harus memenuhi prasyarat sebelumnya yakni, bagaimana tata ruang dapat memberikan jaminan atas pelayanan alam (ekologis), memberikan jaminan keberlanjutan fungsi-fungsi sosial, dan memberikan jaminan atas keberlanjutan kehidupan warganya (ekonomis). Sayangnya, prasyarat tersebut seringkali diabaikan oleh pejabat negara. Sehingga yang terjadi kemudian, ruang justru menjadi sarana pengkaplingan kawasan-kawasan yang mengabaikan hak rakyat atas ruang-ruang hidupnya.

Prasyarat tersebut juga, seringkali diputarbalikkan sesuai dengan kepentingan politik penguasa. Kadang kala mengatasnamakan lingkungan hidup seperti, menggusur pedagang yang berada di ruang terbuka hijau, atau atas nama ketertiban umum seperti, melarang pedagang kaki lima, pengamen atau pedagang asongan untuk mencari nafkah. Padahal, di banyak kasus, pemerintah justru melegalisasi alih fungsi lahan yang semula berfungsi sebagai daerah resapan atau tangkapan air, menjadi pusat-pusat komersil.

Penataan ruang, seharusnya juga dapat memenuhi rasa keadilan bagi semua orang, khususnya bagi kelompok rentan yang selama ini tidak memiliki akses dan kontrol yang cukup terhadap proses pembangunan perkotaan. Penataan ruang kota saat ini masih diskriminatif bagi kelompok rentan seperti kelompok miskin kota. Politik penataan ruang tidak memberikan penghormatan (to respect), perlindungan (to protect) dan pemenuhan (to fullfil) terhadap ruang hidup orang-orang miskin yang selama ini telah memberikan subsidi kepada negara, melalui cara bertahan hidup mereka dengan bekerja di sektor informal seperti menjadi pedagang asongan, pengamen dan lain-lain yang sesungguhnya sedang membantu pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan.

Sumber Tulisan : Pribadi

Sumber Foto : Suara Pembaharuan . com, akses 28 Mei 2008


Deskripsi singkat tentang desain poster yang saya buat:

1. Background yang bergambar salah satu kampus Univ. Gunadarma menandakan bahwa Gunadarma memberikan pelayanan terbaik, salah satunya dari segi lingkungan yang sangat asri dapat membuat mahasiswa belajar dengan tenang.

2. Warna background yang dimayoritasi dengan warna ungu melambangkan bahwa Gunadarma dapat memancarkan kekuatan dalam menciptakan tenaga professional dan wirausaha dalam Teknologi Informasi Komunikasi.

3. Gambar 1: Gunadarma dapat menciptakan entrepreneur yang sangat handal dan sukses. Gambar 2 dan 3: Bahwa Gunadarma yang berbasis IT membuat setiap mahasiswanya mengerti akan komunikasi dan teknologi.

Terima Kasih.

 
Wednesday, May 28th, 2008

Mari bergabung bersama Gunadarma. Kamu akan ikut berpartisipasi di dalam “Wide relationship”, siap “Go international”, dan menjadi “Tough entrepreneur”. Pimp yourself dengan mengikuti “Professional program” Universitas Gunadarma!Pimp Your Self With Gunadarma

 
Wednesday, May 28th, 2008

Sebagai universitas swasta berbasis teknologi informasi terkemuka di Indonesia, Universitas Gunadarma sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia internasional. Sehingga, Universitas Gunadarma adalah satu-satunya pilihan bagi mereka yang ingin menjadi seorang profesional dan pengusaha bertaraf internasional.

 
Wednesday, May 28th, 2008

Tema:
“Universitas Gunadarma sebagai Kawah Candradimuka Calon Profesional dan Entrepreneur
Teknologi Informasi dan Komunikasi”

Komponen Penilaian:
1. Judul poster
2. Daya tarik (eye catching, to be attractive or different enough to be
noticed by people)
3. Kelengkapan unsur multimedia (statis) berupa tulisan/narasi, gambar,
foto, karikatur, dll.
4. Tata letak (layout) dan skala unsur-unsur multimedia, termasuk posisi
dan skala logo Universitas Gunadarma
5. Komposisi warna setiap unsur multimedia.

Hasil design yang sudah dibuat di uload ke Blog Komunitas Arsitektur dan Design, dengan login menggunakan account studentsite bagi para peserta yang sebelumnya sudah mendaftarkan diri.

Tata cara upload :
1. Setelah login dengan mengklik “Masuk Log” pada bagian kana situs, klik link “Buat Tulisan Baru”.
2. Tulis judul hasil design anda di kolom “judul”
3. Tulis Penjelasan singkat tentang design anda di bagian “Tulisan”
4. Upload gambar menggunakan fasilitas “Tambahkan media” yang berada di bawa judul (icon disebelah tulisan “Tambahkan media”).
5. Setelah selesai selesai melakukan pengisian dan upload gambar, klik “Terbitkan” yang berada pada sisi kanan kolom “Tulisan”.

Selamat Berlomba ..

I. LATAR BELAKANG

Perubahan suhu global secara perlahan akan merubah sifat alam, terutama pengaruh terhadap perlaku manusia. Manusia sudah mulai kegerahan dalam hidupnya dan mulai kesulitan mencari tempat bekerja dan istirahat. Energi panas tubuh yang dikeluarkan akan semakin meningkat karena panas udara yang meningkat pula. Manusia dapat tertekan jiwanya karena kegerahan yang menerus akibat dari panasnya iklim yang cenderung naik terutama di kota-kota besar di Indonesia.

(more…)

I. LATAR BELAKANG

Peningkatan kebutuhan akan sarana dan parasarana perumahan dewasa ini sangat meningkat dengan pesat, dimana banyak pengembang perumahan yang berlomba-lomba memberikan pelayanan serta jasa kepada para konsumen yang membutuhkan tempat untuk tinggal.

Dengan peningkatan kebutuhan perumahan, maka kebutuhan lahan untuk membangun juga semakin meningkat. Harga tanah dan adanya ketersediaan lahan juga semakin meningkat. Orang mulai berfikir untuk merubah tempat bekerja dan bertempat tinggal sehingga didapatkan kenyamanan yang sesuai kehendaknya.

Untuk itu diperlukan suatu pecahan dalam mendisain suatu rumah tinggal pada lahan yang terbatas. Dimana dengan keterbatasan lahan yang ada tetap dapat memberikan suatu kenyamanan dalam kebutuhan ruang yang harus ada pada suatu rumah tinggal.

(more…)