Blog komunitas Arsitektur Universitas Gunadarma
 
Desember 21st, 2009
 

Sebuah monumen yang menjulang tinggi seolah menusuk angkasa , tegak berdiri dengan kokohnya serta berlatar gedung-gedung pencakar langit , tepat di titik terpusat ibu kota negri ini. inilah monumen nasional atau yang lebih kita kenal sebagai Monas yang juga menjadi simbol perjuangan rakyat indonesia dalam melawan penjajah dan merebut kemerdekaan.

Layaknya sebuah penghormatan maupun kebanggaan negrinya, Monas dibangun dilahan seluas 800 hektar dengan tinggi 137 meter dan pada puncaknya dihiasi patung perunggu berbentuk lidah api berdiameter 6 meter seberat 14500 kilo gram yang disusun dari 77 bagian yang disatukan serta bersepuh 32 kilo gram emas murni dengan semboyan “API NAN TAK KUNJUNG PADAM” mengartikan simbol semangat perjuangan segenap bangsa indonesia yang tak pernah usai.

Di tengah bising dan semerawutnya kondisi kota jakarta, Monas tetaplah terlihat asri dan indah dengan taman kota yang mengelilinginya serta kolam-kolam yang juga menyegarkan pesonanya. Tak senasib dengan monumen lain yang tak kalah pentingnya.

Sebagai sebuah Monumen Nasional, tentulah Monas menjadi suatu simbol besar yang melambangkan siapa itu Indonesia. Namun banyak orang pribumi sendiri yang tidak mengetahui maksud dan arti dari bentuk Monas itu sendiri. Ada yang mengatakan bahwa bentuknya menyerupai obor raksasa, Tombak besar dan bahkan ada yang mengatakan bentuknya menyerupai Mercusuar karna di cawan puncak teratas kita hanya dapat melihat-lihat kota jakarta keberbagai penjuru tanpa ada sesuatu yang mengingatkan kita akan semangat perjuangan dulu kala, seolah hanya menjadi menara pengawas aktifitas ibu kota setiap waktu.

Padahal maksud dari bentuk monas adalah sebuah alu dan lumbung yang mengartikan simbol kesuburan dan kemkamuran. Namun dimana bentuk bangunan yang mengartikan “mengenang perjuangan bangsa indonesia melawan penjajah..?”sehingga banyak orang dibuat bingung oleh bentuknya. Bukankah alu dan lumbung justru menyimbolkan bahwa bangsa indonesia adalah negara yang hanya memikirkan perut ?.

Patung perunggu berbentuk lidah api yang berada di puncak teratas tugu menyimbolkan semangat juang yang tak kenal menyerah. Namun tak jelas terlukis perjuangan apa dan untuk apa. Apakah maksud perjuangan tersebut adalah untuk meraih kekayaan ?, karena bila kita pikir patung tersebut berlapisi banyak emas.

Fungsi Monumen Nasional sebagai bangunan sakral bangsa ini telah berubah fungsi menjadi tempat untuk masyarakat berolah raga, tempat berekreasi di akhir pekan , bahkan menjadi tempat pertunjukan pentas musik akbar di akhir tahun. Lalu dimana nilai sakral Monas sebagai tempat mengenang dan melestarikan perjuangan bangsa ?.

Jelas berdirinya Monas menjadi daya tarik tersendiri bagi berdirinya banyak gedung megah di sekitar taman monas yang juga menjadi pendongkrak perekonomian bangsa serta berkembangnya kehidupan kota menjadi megepolitan.apakah itu yang menjadi fungsi keberadaan Monas sebagai Monumen bangsa….?

Karya : Irwo Sasongko

 
Desember 18th, 2009
 


Masihkah Kota – Kota Indonesia Butuh Mall ?

Evolusi Dari Konsep Bazaar Terbuka Hingga Konsep Indoor Mall

Konsep ’modern shopping mall’ atau banyak disingkat dengan ’mall’ yang mencirikan bangunan tertutup multilantai yang diisi oleh berbagai jenis unit retail dalam satu struktur yang kompak, sehingga para pengunjung mudah mengakses dari satu unit ke unit retail yang lain. Untuk alasan sustainability, maka sebuah mall biasanya memiliki penghuni utama yang disebut anchor stores yakni took serba-ada (department store) serta pusat jajanan/makanan (food court). Singkatnya, konsep yang digunakan adalah ’one-stop shopping’.

Kota-kota Indonesia sendiri mulai mengadopsi konsep indoormall sejak akhir tahun 1970-an, seperti mal metropolitan, giant, BCP di BEKASI. Pada era otonomi daerah dewasa ini, multiplikasi pembangunan mall cukup mencengangkan, dimana hampir setiap kota menengah dan besar di tanah air memiliki plaza, mall, townsquare dan sejenisnya sebagai simbol modernisme sebuah kota.

Mall di Indonesia : Antara Kebutuhan Nyata Masyarakat dan Kritik Para Urbanis

Bekasi Cyber Park

Metropolitan Mall

Mega Bekasi Hypermall

Keberadaan banyak mall

merupakan ciri-ciri kota “sakit” ,

karena sebagai ruang public

ia tidak memenuhi tujuan

social dan lingkungan

pembangun mall, menjadikannya sebagai landmark alias simbol dari kemajuan wilayah dan keberhasilan dalam mandat elektoralnya. Pertama, mall merupakan ruang publik artifi sial yang bersifat ekslusif. Keputusan  miskin yang hanya bisa menikmati mall dari luar (outdoor) saja. Kedua, para pedagang kecil sulit untuk mampu bersaingdengan pedagang menengah ke atas dalam membeli/ menyewa unit retail di dalam mall (indoor unit) seperti kios/ toko dan lain lain. Kritik ketiga adalah penyeragaman terhadap bentuk arsitektur kota-kota Indonesia, dimana mall di beberapa saat ini telah menjelma menjadi landmark kota yang baru yang benderang, sementara kawasan kota tua dibiarkan redup..

Logika membangun mall di Bekasi tidak sama dengan logika membangun mall di Singapura, Malaysia dan Hongkong, serta satu negara Eropa lainnya – sebagai pembanding.

Kesimpulan:

Bagi kota-kota Indonesia, mall adalah representasi fisik dari berbagai paradoks kehidupan sosial-ekonomi, yakni: antara kaya – miskin, eksklusif – inklusif, artifisial – natural, dan modern - tradisional. Mall, plaza, town square dan sejenisnya adalah monumen kesenjangan sosial-ekonomi, alias bentuk segregasi sosial-ekonomi yang ditentang habis-habisan oleh Jane Jacobs  sejak lama. Kesenjangan tersebut barangkali tidak perlu  dipertunjukkan. Sudah waktunya para  pengambil keputusan memikirkan kembali  dampak pembangunan mall di kota-kota  Indonesia, yang tampaknya tidak sesuai  dengan prinsip ’serving thepublic interest’  sebagai filosofi dasar urbanisme. Dengan jumlah mall yang  ada  saat ini, harus memperhatikan ruang-ruang sosial  yang lebih inklusif (terbuka), lebih natural  (tidak  artifi sial), penuh empati (terhadap  perbedaan  kelas sosial-ekonomi) dan sesuai  dengan karakter bangsa. Pemikiran pembangunan yang mungkin jauh lebih sederhana, dimana instrument ruang terbuka hijau sebagai ruang publik yang natural serta peraturan zonasi yang pro-lingkungan (yang menjamin penyediaan jalur-jalur pedestrian, sepeda, dsb) perlu mendapatkan perhatian lebih dan mulai dilaksanakan secara konsisten

Karya : Yudhistira Nurnugroho

 
Desember 16th, 2009
 

Pada penyelenggaraan Lomba Kritik Arsitektur bulan Desember 2009 yang bertema “Arsitektur dan Perkembangan Kota”, pendaftaran peserta dan posting karya peserta diperpanjang hingga tanggal 20 Desember 2009 pukul 15.00. Pengumuman pemenang akan diinformasikan selanjutnya.

 
Desember 14th, 2009
 

Ke Taman Yuk? Masih ada toh taman di Jakarta? Ya itulah anggapan masyarakat Jakarta mengenai taman yang ada di Jakarta.

Taman kota yang ada saat ini sudah beda fungsi nya, salah satu nya taman di jadikan lapangan bola, banyak tumpukan sampah di susut taman,malah ada salah satu taman sebagai lapak tempat pemulung. Sadis memang, salah siapa kalo sudah terjadi seperti itu?

Coba kita hitung saja berapa banyak taman yang masih layak di pandang dan di gunakan? Menarik bukan hasil nya? Di lihat dari nilai arsitekture nya taman - taman yang ada di Jakarta masih minim nilai artistik nya, sehingga masyarakat Jakarta mending milih ke mall daripada ke taman, padahal kita tahu taman itu selain merupakan elemen estetika ruang kota, juga berfungsi sebagai elemen ekologi kota.
Lihat design taman Ismail Marzuki ini, kalo saja salah satu taman di design semenarik mungkin dengan nilai arsitekture yang baik dan multifungsi, berapa banyak pengunjung yang datang menghampiri nya. Tapi perlu di ingat dalam membangun sebuah arsitekture yang baik harus memperhatikan aspek lain sehingga harus di rencanakan dengan matang baik dan sesuai, sehingga keseimbangan tata kota tetap terjaga dengan baik.

Di lihat dari bentuk dan arsitektur nya memang sebagian taman di Jakarta, Keberadaan Taman Ismail Marzuki yang di dedikasikan sebagai tempat seni yang usianya sudah  tua. Pemerintah dan Institute arsitektur Indonesia DKI Jakarta mengadakan pertandingan sebagai bentuk untuk memperbaharui dan mengubahnya ke dalam tempat umum dan waduk hijau yang cemerlang. Inilah design Taman Ismail Marzuki sebagai Jakarta Future Plan.

Ini adalah design jembatan Taman Ismail Marzuki,dengan tidak mengurangi fungsi awal nya jembatan didesain sebagai wadah dipakai untuk mengurangi pembangunan luas di area taman, dipergunakan untuk memberi begitu banyak fungsi ,tak hanya dari gedung yang sudah ada sebelumnya, tetapi juga fungsi yang akan di adakan di masa yang akan datang.

 
Desember 10th, 2009
 

Wajah tata kota Indonesia masih kalah jika dibandingkan dengan tata kota di negara lain, misalnya saja negara yang tidak lebih besar dari kota Jakarta yaitu Singapura. Setidaknya ini yang saya terima pada saat mata kuliah Pengantar Ilmu Lingkungan oleh Ir. Arief Rahman, MT. Beliau adalah lulusan arsitektur yang saat ini menjadi Kepala Lembaga Pengembangan FTSP. Beliau memberikan wawasan mengenai arsitektur dan tata kota kaitannya dengan citra sebuah ibu kota dari beberapa negara seperti Singapura, Hongkong, Amerika Serikat dan Malaysia.

Monas, Petronas, Dan Eiffel merupakan sedikit contoh bangunan yang menjadi icon / wajah sebuah ibu kota suatu negara. Sering kali icon - icon ini menjadi gambaran bagaimana megahnya atau kuatnya sebuah kota, semuanya dilukiskan dalam arsitektur. Oleh karena itu, masing - masing negara berlomba - lomba untuk membuat icon yang akan menjadi eye-cathing-nya dunia. Sebuah bangunan kini beralih menjadi prestise masing - masing ibukota.

Menara Regatta yang konon akan dibangun menyaingi monas yang akan berlokasi di ancol

Namun apakah persaingan arsitektur tersebut berpengaruh terhadap perkembangan kota di Indonesia yang notabene negara berkembang? tentunya sangat berpengaruh. Arsitektur tidak berdiri sendiri, ia membutuhkan ilmu - ilmu lain sebagai penopang. Perencanaan arsitektur akan berkembang menjadi perencanaan tata kota yang mempengaruhi infrastruktur sebuah kota. Oleh karena itu perlu diadakan perencanaan yang matang sampai ke akar - akarnya (pengaruh terhadap lingkungan / kehidupan kota). Jangan sampai seperti sekarang ini banyak ditemui yaitu daerah slum / kumuh yang merajai sungai ciliwung, sebuah daerah yang seharusnya dijadikan sebagai wajah ibu kota dan bukan menjadi daerah yang kumuh dan semakin meningkat setiap waktu bakan merembet ke kota - kota satelit lainnya.

Salah satu daerah kumuh. Sungai seharusnya menjadi wajah kota yang melambangkan kemakmuran

Jadi, sudah saatnya kita melihat arsitektur tidak hanya sebagai satu kesatuan namun membuka pikiran kita akan dampak yang akan dihadapi oleh sebuah kota. Saatnya berpikir dan melihat sisi - sisi lain misalnya ruang terbuka hijau yang banyak. Kalau kata dosen Saya “Kota yang maju itu dimana kita bisa menikmati kopi sambil membaca koran di pinggir jalan raya”. Saya berharap ini secepatnya terealisasi. Amin :)

sumber : Saat mengikuti kuliah Pak Arief :)

Karya : Silmina Ulfah

 
Desember 8th, 2009
 

Di penghujung tahun 2009 ini, Universitas Gunadarma kembali mengadakan Lomba Penulisan Artikel Arsitektur bagi mahasiswa. Hasil karya peserta Lomba Penulisan Artikel akan dipublikasikan di Blog Komunitas Arsitektur civitas akademika ini. Tema lomba artikel blog komunitas arsitektur adalah
“Arsitektur dan Pengembangan Kota”.

Kriteria penilaian dan ketentuan lomba selengkapnya dapat dibaca pada file
terlampir. Klik Disini

 
Mei 29th, 2008
 

PEMANASAN BUMI

Sebuah perusahaan di Amerika Serikat berhasil mengembangkan sebuah rumah       hemat energi. Konsep rumah yang dinamai Enertia Building System (enertia.com) ini dapat menjaga kondisi rumah tetap hangat di musim dingin dan tetap sejuk di musim panas. Baik siang maupun malam, udara di dalam rumah bisa tetap nyaman tanpa harus menghabiskan bahan bakar untuk penghangat atau listrik untuk penyejuk ruangan.

Idenya adalah dengan meniru cara bumi menjaga suhunya di siang dan malam hari. Yaitu dengan membuat ‘atmosfir’ buatan. Para ahli yang membuat Enertia House membuat sebuah sekat di seluruh dinding yang terbuat dari kayu. Sekat ini ‘membungkus’ seluruh rumah mulai dari loteng sampai ruang bawah tanah. Hasilnya adalah sebuah ‘amplop’ udara yang membuat ruangan-ruangan di dalam rumah tersebut ‘mengambang’ dalam sebuah aliran udara.

Di musim dingin di siang hari, seperti yang dilakukan oleh atmosfir, sekat udara ini menyerap dan menyimpan panas dari sinar matahari. Malamnya, udara panas inilah yang digunakan untuk menghangatkan rumah. Di musim panas, ruang bawah tanah memiliki jendela-jendela yang dapat dibuka. Jendela-jendela yang terbuka ini membuat udara mengalir masuk dan jendela yang terbuka di bagian atap mengalirkan udara keluar. Aliran udara yang masuk dari bawah dan keluar lewat atap ini membawa serta udara panas yang tertangkap oleh dinding sekat selama matahari bersinar di siang hari.

Salah satunya solusi untuk mengurangi dampak pemanasan global, adalah dengan menerapkan disain rumah tropis hemat energi. Faktanya, rumah yang boros energi, sekitar 80% berasal dari kesalahan desain arsitektur.

KONSEP RUMAH HEMAT ENERGI

Saat ini sepertinya konsep rumah tersebut memang lebih cocok untuk diterapkan di negara empat musim. Untuk di Indonesia yang beriklim tropis tentu diperlukan adaptasi. Misalnya untuk dindingnya, bahan batu mungkin lebih cocok karena di sini matahari bersinar sepanjang tahun. Jadi cenderung lebih banyak panas. Yang jelas rumah di iklim tropis juga bisa didesain agar hemat energi. Antara lain dengan memperhatikan penataan ruang dan ventilasi. Referensinya pun kini juga sudah banyak tersedia. Jadi kita pun sebenarnya juga bisa memiliki rumah hemat energi dengan mudah.

Dengan mengembangkan konsep ‘Rumah Hijau’ kita bisa mengurangi pemborosan energi, kita bisa menghambat pemanasan dunia. ‘Konsep Rumah Hijau’ mampu menekan penggunaan listrik secara signifikan dengan kenyamanan yang jauh lebih baik. Penataan kawasan pun manjadi rapi, indah dan asri.

Ada beberapa aspek penting yang perlu diperhatikan dalam konsep rumah hijau.

1. Skala ruangan

2. Jumlah ruangan yang berlebihan

3. Semakin banyak pepohonan dan aliran udara jendela yang benar

4. Memakai konsep penyinaran hijau

Bagi Indonesia, dengan iklim tropis, perlu diterapkan pendekatan enam strategi rumah hijau, yaitu mencakup pelapis bangunan, penerangan, pemanasan, pendinginan, konsumsi energi, dan pengelolaan limbah.

Rumah dengan sistem pencahayaan hijau dapat mengurangi konsumsi energi. Karena semakin banyak pepohonan tumbuh di sekitar rumah, semakin berkurang intensitas panas. Selain kenyamanan dari sisi thermal, tersedia juga kenyamanan dari sisi visual.

rumah hemat energi

Energi matahari yang melimpah dimanfaatkan untuk menciptakan kemandirian energi di rumah. Salah satunya, dengan aspek desain yang menempatkan solar panel di sisi rumah yang menghadap barat yang mendapatkan terpaan sinar matahari paling tinggi dan lama. Selain memanfaatkan energi, hal ini dapat mengurangi panas yang merambat di dinding rumah, dan mengurangi penggunaan pendingin ruangan.

Berikut ini adalah contoh desain rumah hemat energi

Denah rumah hemat energiPerspektif Rumah Hemat Energi

 
Mei 29th, 2008
 

 

 

 

 

 Jakarta kota merupakan bagian perjalanan sejarah yang tertua kita kenal :

1. Sejak abad ke-5 Kerajaan Tarumanegara

2. Berganti nama menjadi Sunda Kelapa sebagai kota pelabuhan kerajaan pajajaran sekitar abad ke-12

3. Masa Fatahillah tahun 1527 kawasan ini dirubah nama menjadi Jayakarta

4. masa dikuasainya kawasan ini oleh Belanda yang kemudian diberi nama Batavia sekitar tahun 1619.

5. Tahun 1942 berubah lagi menjadi kota Jakarta, sejak jepang masuk ke indonesia

Sumber : Priatmodjo, Danang, 2006, Kota Tua Jakarta : Hari-hari menanti revitalisasi, seminar: Arti Baru bagi Masa Lalu, Jurusan Arsitektu-FTSP Universitas Gunadarma

 

 
Mei 29th, 2008
 
Komposisi titik dapat dibentuk
dengan cara :
a.Membentuk suatu obyek dengan penyelesaian akhir menggunakan titik dengan mengatur besar kecil dan jarak titik.
b.Menggabungkan beberapa bentuk titik dalam satu design.
c.Membuat suatu pola design

 
Mei 29th, 2008
 

Kenaikan suhu udara yang cukup tinggi yang diakibatkan oleh ulah manusia dalam beraktifitas untuk memenuhi segala kebutuhannya tanpa memperdulikan lingkungan adalah suatu hal yang sangat disayangkan.

Beberapa hal yang akibat adanya perunagan suhu dan cuaca diseluruh dunia antara lain adalah:

a. menimbulkan berbagai penyakit yang membahayakan.

b. Dengan suhu udara yang tinggi ada beberapa jenis tanaman yang punah begitu pula deng beberapa jenis hewan yang akan punah diantaranya hewan hewan yang tinggal dikutub utara.

c. Pencairan Gunung Es akibat suhu yang tinggi

d. Tenggelamnya beberapa pulau didunia akibat pencairan gunung es di kutub utara.

dan masih banyak lagi hal- hal yang dapat terjadi jika pemanasn global ini tidak segera diperbaiki dan dihentikan.

Marilah kita bersama peduli terhadap lingkungan kita masing-masing, dengan begitu kita berarti telah membuktikan bahwea kita peduli dan ikut berpartisipasi dalam mencegah global warming yang lebih dahsyat lagI. Ada beberapa cara yang dapat dilakukan mulai dari hal yang sederhana atau yang biasa kita lakukan di rumah dan lingkungan misalnya:

1. Pengurangan penggunaan AC untuk ruang kamar pada siang hari.

2. Hemat energi yang dapat menyebabkan pemborosan  dan pengrusakan terhadap lingkungan, misalnya tidak menggunakan mobil disaat jam padat dan macet.

3.  Menghindari penggunaan alat-alat atau obat-obat kecantikan yang dapat mempengaruhi lingkungan, seperti hairspray ,dll.

Demikianlah semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan berguna bagi kita semua. Amien….

 
Mei 29th, 2008
 

Bapak dan Ibu Pengajar sekalian….

Siapa yang tidak tahu Museum Fatahillah? Tentunya banyak yang sudah mengetahui bahwa Museum ini terletak di Kawasan Kota Tua Jakarta. Namun seiring berjalannya waktu, keberadaan Museum ini pun semakin terabaikan. dibutuhkan suatu promosi untuk meningkatkan kembali pamor Kota Tua ini, diantaranya adalah dengan cara merevitalisasi kawasan tersebut. atau yang lebih mudahnya lagi Pemerintah Daerah bisa mengadakan acara-acara promosi ataupun festival kebudayaan di kawasan Kota Tua yang ada di Jakarta atau lebih luasnya lagi di selurh Kota di Indonesia.

 
Mei 29th, 2008
 

Taman selain berfungsi untuk mendukung/memperindah bangunan juga untuk kenyamanan penghuni rumah.

Read the rest of this entry »

 
Mei 29th, 2008
 

Rumah minimalis memiliki pesan terhadap mata pengamat memiliki kemudahan secara garis dan bentuk, sehingga  mudah di pahami baik bentuk maupun fungsi, namun sering ditemukan rumah  dengan bentuk yang mudah di pahami 0leh  mata ini hanya cenderung  menampilkan dan menonjolkan nilai estetis saja tanpa  berfikir  fungsional. hampir semua tampilan fasad bagunan selalu mencerminkan aktifitas kegiatan di dalamnya. dari pernyataaan ini tentu bentuk minimalis  yang di dominasi garis horisontal dan vertikal dengan memperbanyak perulangan  tentu harus memiliki fungsi terhadap aktifitas di dalamnya. gaya minimalis ini sedikit banyak cukup memiliki ke unggulan jika di kaitkan dengan  lokasi yang tropis karena banyak perulangan garis dapat menjadi media skyligth dan angin.

 
Mei 29th, 2008
 

Ini Gambar yang juara desain mahasiswa :

 
Mei 29th, 2008
 

 
Mei 29th, 2008
 

Rumah mungil saat ini banyak dihadirkan oleh para developer atau pengembang perumahan. Hal ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat ydari segi ekonomi, namun dari segi kepuasan dan kenyamana beraktifitas penghuni seringkali tidak dapat berbuat banyak.

Untuk itu perlu adanya solusi penataan ruang yang lebih baik agar dapat menciptakan suasana yang memberikan kenyamanan dan sesuai dengan kebutuhan penghuni, salahsatunya adalah pen. Penggunaan warna cerah dan terang membantu membuat ruang menjadi luas dan terang, pengunaan perabot yang cukup dengan ukuran atau dimensi perabot yang tidak telalu besar.

 
Mei 29th, 2008
 

minggu ini adalah minggu terakhir kuliah di gunadarma…

minggu depan sudah mo UAS lagi… ga krasa yach…

anak-anak TRD sedang dapat tugas untuk membuat tugas besar, anak TRD semester ini klas 3TB02….

untuk tugas besar kali ini ada persyaratan tentang maksimal ttd asistensi yang harus di penuhi…yaitu lima kali…

kalo ga gitu anak-anaknya ga pada maksimal hasilnya….dan ga pernah akan memenuhi harapan…

terakhir saya mo ucapin…

SLAMAT UAS…

 
Mei 29th, 2008
 

Kota Yang Diskriminatif

Sebenarnya, penggusuran terhadap pedagang kaki lima (PKL), bukanlah cerita baru dalam seluruh proses pengurusan kota-kota di Indonesia. Pedagang Kaki Lima dan kaum miskin kota lainnya, selalu dipandang sebagai kelas rendah yang menjadi objek dari cerita pembangunan kota, oleh sebuah entitas yang memiliki power system dimana tata kuasa, tata produksi, tata konsumsi, tata guna lahan berada di genggaman penguasa dan pemilik modal yang hari ini sedang berkolaborasi dengan sangat manis.

Parahnya, pejabat wilayah yang memiliki kuasa tersebut, menggunakan praktek-praktek kekerasan dan premanisme dalam pengelolaan kotanya. Penggusuran dan penyerangan, hanyalah sekian kecil dari penggunaan kekerasan oleh pengurus wilayah. Padahal, kekerasan dan premanisme dalam pengelolaan kota, menyebabkan jarak antara pejabat negara dan rakyat yang mengalami krisis, semakin jauh bahkan, berada di ruang yang saling berbeda.

Kota sesungguhnya, merupakan sebuah gambaran wilayah yang melingkupi sebuah entitas kehidupan masyarakat di dalamnya, dengan karakteristik masyarakat yang biasa mengikutinya dan dari berbagai macam struktur kelas yang melingkupinya. Pertumbuhan kota dengan kelengkapan problematikanya seperti, laju pertumbuhan penduduk yang terus meningkat akibat kebijakan negara yang masih berpikir sentralistik, berkonsekuensi pada masalah permukiman dan problem kependudukan lainnya.

Dengan dasar pemikiran yang sederhana itulah seharusnya, politik pembangunan ruang-ruang perkotaan ditujukan bagi seluruh warga kota di dalamnya, tanpa membedakan status sosial, jenis kelamin, umur dan lain-lain. Karena ruang kota seharusnya memberikan jaminan atas perlindungan seluruh hak warga kota di dalamnya.

Celakanya, penataan ruang, sebagai sebuah politik kebijakan, justru menjadi awal dari serangkaian intimidasi yang dilakukan pejabat negara terhadap warga negara. Penataan ruang kota, malah menjadi alat legitimasi negara untuk mengusir warganya atas nama lingkungan hidup dan ketertiban umum. Padahal, dalam penataan ruang, harus memenuhi prasyarat sebelumnya yakni, bagaimana tata ruang dapat memberikan jaminan atas pelayanan alam (ekologis), memberikan jaminan keberlanjutan fungsi-fungsi sosial, dan memberikan jaminan atas keberlanjutan kehidupan warganya (ekonomis). Sayangnya, prasyarat tersebut seringkali diabaikan oleh pejabat negara. Sehingga yang terjadi kemudian, ruang justru menjadi sarana pengkaplingan kawasan-kawasan yang mengabaikan hak rakyat atas ruang-ruang hidupnya.

Prasyarat tersebut juga, seringkali diputarbalikkan sesuai dengan kepentingan politik penguasa. Kadang kala mengatasnamakan lingkungan hidup seperti, menggusur pedagang yang berada di ruang terbuka hijau, atau atas nama ketertiban umum seperti, melarang pedagang kaki lima, pengamen atau pedagang asongan untuk mencari nafkah. Padahal, di banyak kasus, pemerintah justru melegalisasi alih fungsi lahan yang semula berfungsi sebagai daerah resapan atau tangkapan air, menjadi pusat-pusat komersil.

Penataan ruang, seharusnya juga dapat memenuhi rasa keadilan bagi semua orang, khususnya bagi kelompok rentan yang selama ini tidak memiliki akses dan kontrol yang cukup terhadap proses pembangunan perkotaan. Penataan ruang kota saat ini masih diskriminatif bagi kelompok rentan seperti kelompok miskin kota. Politik penataan ruang tidak memberikan penghormatan (to respect), perlindungan (to protect) dan pemenuhan (to fullfil) terhadap ruang hidup orang-orang miskin yang selama ini telah memberikan subsidi kepada negara, melalui cara bertahan hidup mereka dengan bekerja di sektor informal seperti menjadi pedagang asongan, pengamen dan lain-lain yang sesungguhnya sedang membantu pemerintah untuk mengurangi tingkat kemiskinan.

Sumber Tulisan : Pribadi

Sumber Foto : Suara Pembaharuan . com, akses 28 Mei 2008


Deskripsi singkat tentang desain poster yang saya buat:

1. Background yang bergambar salah satu kampus Univ. Gunadarma menandakan bahwa Gunadarma memberikan pelayanan terbaik, salah satunya dari segi lingkungan yang sangat asri dapat membuat mahasiswa belajar dengan tenang.

2. Warna background yang dimayoritasi dengan warna ungu melambangkan bahwa Gunadarma dapat memancarkan kekuatan dalam menciptakan tenaga professional dan wirausaha dalam Teknologi Informasi Komunikasi.

3. Gambar 1: Gunadarma dapat menciptakan entrepreneur yang sangat handal dan sukses. Gambar 2 dan 3: Bahwa Gunadarma yang berbasis IT membuat setiap mahasiswanya mengerti akan komunikasi dan teknologi.

Terima Kasih.

 
Mei 28th, 2008
 

Mari bergabung bersama Gunadarma. Kamu akan ikut berpartisipasi di dalam “Wide relationship”, siap “Go international”, dan menjadi “Tough entrepreneur”. Pimp yourself dengan mengikuti “Professional program” Universitas Gunadarma!Pimp Your Self With Gunadarma

Deskripsi singkat tentang desain poster yang saya buat:

1. Background yang bergambar salah satu kampus Univ. Gunadarma menandakan bahwa Gunadarma memberikan pelayanan terbaik, salah satunya dari segi lingkungan yang sangat asri dapat membuat mahasiswa belajar dengan tenang.

2. Warna background yang dimayoritasi dengan warna ungu melambangkan bahwa Gunadarma dapat memancarkan kekuatan dalam menciptakan tenaga professional dan wirausaha dalam Teknologi Informasi Komunikasi.

3. Gambar 1: Gunadarma dapat menciptakan entrepreneur yang sangat handal dan sukses. Gambar 2 dan 3: Bahwa Gunadarma yang berbasis IT membuat setiap mahasiswanya mengerti akan komunikasi dan teknologi.

Terima Kasih.

 
Mei 28th, 2008
 

Sebagai universitas swasta berbasis teknologi informasi terkemuka di Indonesia, Universitas Gunadarma sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia internasional. Sehingga, Universitas Gunadarma adalah satu-satunya pilihan bagi mereka yang ingin menjadi seorang profesional dan pengusaha bertaraf internasional.

 
Mei 28th, 2008
 

Sebagai universitas swasta berbasis teknologi informasi terkemuka di Indonesia, Universitas Gunadarma sedang mempersiapkan diri untuk masuk ke dunia internasional. Sehingga, Universitas Gunadarma adalah satu-satunya pilihan bagi mereka yang ingin menjadi seorang profesional dan pengusaha bertaraf internasional.

 
Mei 28th, 2008
 

Tema:
“Universitas Gunadarma sebagai Kawah Candradimuka Calon Profesional dan Entrepreneur
Teknologi Informasi dan Komunikasi”

Komponen Penilaian:
1. Judul poster
2. Daya tarik (eye catching, to be attractive or different enough to be
noticed by people)
3. Kelengkapan unsur multimedia (statis) berupa tulisan/narasi, gambar,
foto, karikatur, dll.
4. Tata letak (layout) dan skala unsur-unsur multimedia, termasuk posisi
dan skala logo Universitas Gunadarma
5. Komposisi warna setiap unsur multimedia.

Hasil design yang sudah dibuat di uload ke Blog Komunitas Arsitektur dan Design, dengan login menggunakan account studentsite bagi para peserta yang sebelumnya sudah mendaftarkan diri.

Tata cara upload :
1. Setelah login dengan mengklik “Masuk Log” pada bagian kana situs, klik link “Buat Tulisan Baru”.
2. Tulis judul hasil design anda di kolom “judul”
3. Tulis Penjelasan singkat tentang design anda di bagian “Tulisan”
4. Upload gambar menggunakan fasilitas “Tambahkan media” yang berada di bawa judul (icon disebelah tulisan “Tambahkan media”).
5. Setelah selesai selesai melakukan pengisian dan upload gambar, klik “Terbitkan” yang berada pada sisi kanan kolom “Tulisan”.

Selamat Berlomba ..

I. LATAR BELAKANG

Perubahan suhu global secara perlahan akan merubah sifat alam, terutama pengaruh terhadap perlaku manusia. Manusia sudah mulai kegerahan dalam hidupnya dan mulai kesulitan mencari tempat bekerja dan istirahat. Energi panas tubuh yang dikeluarkan akan semakin meningkat karena panas udara yang meningkat pula. Manusia dapat tertekan jiwanya karena kegerahan yang menerus akibat dari panasnya iklim yang cenderung naik terutama di kota-kota besar di Indonesia.

Read the rest of this entry »

I. LATAR BELAKANG

Peningkatan kebutuhan akan sarana dan parasarana perumahan dewasa ini sangat meningkat dengan pesat, dimana banyak pengembang perumahan yang berlomba-lomba memberikan pelayanan serta jasa kepada para konsumen yang membutuhkan tempat untuk tinggal.

Dengan peningkatan kebutuhan perumahan, maka kebutuhan lahan untuk membangun juga semakin meningkat. Harga tanah dan adanya ketersediaan lahan juga semakin meningkat. Orang mulai berfikir untuk merubah tempat bekerja dan bertempat tinggal sehingga didapatkan kenyamanan yang sesuai kehendaknya.

Untuk itu diperlukan suatu pecahan dalam mendisain suatu rumah tinggal pada lahan yang terbatas. Dimana dengan keterbatasan lahan yang ada tetap dapat memberikan suatu kenyamanan dalam kebutuhan ruang yang harus ada pada suatu rumah tinggal.

Read the rest of this entry »